Akhlak Sebagai Media Dakwah
Oleh : Reja Anwar Fauzi
Dakwah
merupakan suatu kegiatan yang wajib dan harus dilakukan oleh setiap muslim pada
umumnya untuk mengajak manusia kepada kebaikan dan mencegah untuk berbuat
keburukan. Menurut Asmuni Syukir (1983: 21) mengungkapkan bahwa dakwah
merupakan suatu usaha atau proses yang diselenggarakan dengan sadar dan
terencana untuk mengajak manusia ke jalan Allah SWT, memperbaiki situasi ke
arah yang lebih baik dalam rangka mencapai tujuan tertentu, yaitu hidup bahagia
didunia maupun diakhirat. Namun kebanyakan orang mengira bahwa kegiatan dakwah
itu hanya dilakukan dengan cara ceramah yang menjadikan mereka enggan untuk
berdakwah karena keterbatasan ilmu. Padahal kegiatan dakwah bukan saja dengan
hal yang seperti itu. Apalagi pada perkembangan zaman yang serba canggih ini,
kegiatan dakwah dengan cara ceramah merupakan hal yang sangat tradisional. Ada
beberapa komponen penting dalam menyampaikan dakwah. Salah satu komponen
pentingnya yaitu media.
Media
merupakan alat(washilah) untuk menyampaikan pesan dakwah dari da’I kepada
mad’u. Banyak beragaman media yang dapat digunakan dalam kegiatan dakwah. Ada
media dakwah tradisonal (ceramah mimbar, tari, wayang, dll) dan adapula media
dakwah modern (media elektronik, media massa, media cetak, ataupun media
online). Dan salah satu media tradisional yang dapat digunakan dalam kegiatan
dakwah adalah akhlak.
Kegiatan
dakwah tidak terlepas dari media dakwah. Media merupakan suatu hal yang sangat
penting dalam dalam berdakwah. Karena merupakan suatu alat (washilah)
tersampaikannya isi dari pesan dakwah. Namun media dakwah juga sangat beragam, baik
yang modern ataupun tradisional. Tetapi hada salah satu media yang telah
dicontohkan oleh Rosulullah SAW dalam dakwahnya, yaitu akhlak. Oleh karena itu
pada artikel ini penulis akan memfokuskan masalah kepada media dakwah tradisional
berupa akhlak.
Ada beberapa ayat Al-Quran dan hadits
yang menjadi landasan etik akhlak.
a. Surat Shaad ayat
46
إِنَّا أَخْلَصْنَاهُمْ بِخَالِصَةٍ ذِكْرَى الدَّارِ
[٣٨:٤٦]
Sesungguhnya
Kami telah mensucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang
tinggi yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat.
b. Surat Al-A’raaf
ayat 199
خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ
[٧:١٩٩]
Jadilah engkau pema'af dan suruhlah orang mengerjakan yang
ma'ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.
c. Surat Luqmaan
ayat 17
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ
لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
[٣٣:٢١]
Sesungguhnya
telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi
orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak
menyebut Allah.
d. Hadits Nabi SAW
عَنْ
عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍ قَالَ : كَانَ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
يَقُوْلُ : " إِنَّ خِيَارَكُمْ أَحَاسِنَكُمْ
أَخْلَاقًا" (رواه أحمد)
Dari
‘Abdullah bin ‘Amr berkata : bahwa Rasulullah SAW bersabda : ”Sesungguhnya yang
paling baik di antara kalian adalah yang paling bagus akhlaknya”.(HR. Ahmad)
e. Hadits Nabi SAW
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ
إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ خُلُقًا (رواه الترميذى)
Orang
mukmin yang paling sempurna keimanannya adalah ia yang memiliki akhlak terbaik.
Yang terbaik di antara kalian adalah yang terbaik akhlaknya kepada
pasangannya.” (HR. Tirmidzi)
Masyarakat massa dalam teori budaya,
suatu masyarakat terdiri dari sejumlah besar orang yang sangat mudah
dipengaruhi oleh media massa dan birokrasi pemerintah. Satu contoh yang
menggambarkan hal ini dapat ditemukan dalam novel karya George Orwell yang
berjudul 1984 pada tahun 1949 (Danesi, 2009 : 189).
Teori masyarakat massa pertama kali
muncul pada akhir abad ke 19 dan menitikberatkan pada adanya hubungan timbal
balik antar institusi yang memegang kekuasaan dan intergrasi media terhadap
sumber kekuasaan sosial dan otoritas. Isi media cenderung melayani kepentingan
pemegang kekuasaan politik dan ekonomi. Media juga memiliki kecenderungan untuk
membantu publik bebas dalam menerima keberadaannya sebagaimana adanya.
Teori masyarakat massa memiliki
beberapa asumsi dasar terkait dengan individu, peran media, dan sifat perubahan
sosial. Menurut Stanley J. Baran dan Dennis K. Davis (2012 : 55),
berikut adalah beberapa asumsi dasar teori masyarakat massa :
·
Media memiliki kekuatan memaksa dalam masyarakat yang dapat
menumbangkan norma-norma dan nilai-nilai hingga merusak tatanan sosial. Untuk
mengatasi bentuk ancaman ini media harus berada di bawah kontrol elit.
·
Media secara langsung dapat mempengaruhi pikiran orang dan
mengubah pandangan mereka tentang dunia sosial.
·
Ketika pikiran orang diubah oleh media maka seluruh
konsekuensi buruk dilihat sebagai hasil yang tidak hanya membawa kehidupan
individu pada kehancuran namun juga menciptakan berbagai permasalahan sosial
dalam skala besar.
·
Rata-rata orang sangat rapuh atau tidak berdaya menghadapi
media karena dalam masyarakat massa mereka diisolasi dari institusi sosial
tradisional yang sebelumnya melindungi mereka dari manipulasi media.
·
Kekacauan sosial yang diinisiasi oleh media kemungkinan akan
diatasi dengan pembentukan tatanan sosial totaliter.
·
Media massa mau tidak mau memperdebatkan bentuk budaya yang
lebih tinggi, yang menyebabkan penurunan peradaban secara umum.
Ada dua pendekatan
yang dapat digunakan untuk mendefinisikan akhlak, yaitu pendekatan linguistic (kebahasaan), dan
pendekatan terminologi (peristilahan). Dari
sudut kebahasaan, akhlak berasal
dari bahasa Arab, yaitu
isim mashdar (bentuk
infinitif) dari kata akhlaqa-yukhliqu-ikhlaqan,
sesuai dengan timbangan
(wazan) tsulasi majid af’ala,
yuf’ilu if’alan yang
berarti al-sajiyah (perangai),
ath-thabi’ah (kelakuan, tabi’at, watak dasar), al-‘adat (kebiasaan, kelaziman), al-maru’ah (peradaban
yang baik), dan al-din (agama).
Adapun akhlak dari
sudut peristilahan dapat merujuk kepada pakar yang ahli seperti Ibn Maskawih
yang mengatakan bahwa akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang
mendorongnya untuk melakukan perbuatan tanpa memerlukan pemikiran dan
pertimbangan.
Ada beberapa ciri
yang terdapat dalam perbuatan akhlak, diantaranya :
a. Perbuatan akhlak
adalah perbuatan yang telah tertanam kuat dalam jiwa seseorang, sehingga telah
menjadi keperibadiannya;
b. Perbuatan akhlak
adalah perbuatan yang dilakukan dengan dan tanpa pemikiran.
c. Perbuatan akhlak
adalah perbuatan yang timbul dari dalam diri orang yang mengerjakannya tanpa
ada paksaan atau tekanan dari luar.
d. Perbuatan akhlak
adalah perbuatan yang dilakukan dengan sesungguhnya, bukan main-main atau
karena bersandiwara.
e. Perbuatan akhlak
adalah perbuatan yang dilakukan karena ikhlas semata-mata karena Allah SWT,
bukan karena hal yang lain.
Akhlak menjadi media
dakwah paling berpengaruh pada masyarakat. Karena posisinya dapat mempengaruhi
pikiran, kebiasaan, dan norma yang ada secara perlahan. Sehingga lama kelamaan
masyarakat akan terbiasa dan mengikuti akhlak tersebut.
Dengan memberikan
akhlak yang terpuji, pikiran orang yang sudah terbiasa melihat hal itu akan
terpengaruhi sehingga menimbulkan pemikiran bahwa masyarakat akan hidup dalam ketenangan karena
berada dalam syariat Islam dan menciptakan keamanan dan kenyamanan.
Karena sekuat apapun
kebiasaan buruk seseorang, lambat laun kebiasaan itu akan berubah menjadi lebih
baik dengan akhlak terpuji. Akhlak memang menjadi media dakwah yang sangat
ampuh walaupun harus dilakukan melalui kesabaran dan keistiqomahan.
Sebagai contoh ketika
pada zaman Rosulullah SAW, media dakwah yang paling sering beliau gunakan
adalah akhlak yang terpuji. Beliau membentuk dan mengubah kehidupan masyarakat
yang pada saat itu beada dalam kedzaliman menjadi cahaya iman. Sebagaimana firman
Allah Swt, Surat Al-Qolam ayat 4.
وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ [٦٨:٤]
“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang
agung”.
Rasulullah
Saw telah mebuktikan bahwa akhlak memang media dakwah yang ampuh dalam
mempengaruhi pikiran, kebiasaan dan dapat meruntuhkan nilai-nilai norma yang
negative secara perlahan.
Nilai
akhlak memang mencakup aspek yang sangat luas. Bahkan sekelas pemain sepakbola
pun, jika menggunakan akhlak akan menjadi nilai dakwah tersendiri. Contoh
nyatanya yaitu Mohammad Salah.
Dikutip
dari aceh.tribunnews.com, banyak pemain di liga Inggris yang beragama Islam,
salah satunya Mohammed Salah. Pemain yang sangat religious dan bermain gemilang
untuk Liverpool. Setiap memulai pertandingan, ia selalu berdoa dengan mengangkat
tangannya dan ketika mencetak gol, ia selalu bersujud bersyukur kepada Allah.
Karena itulah banyak dari deretan fans Liverpool yang mengatakan dalam lirik
lagu yang dinyanyikannya “Jika dia cukup baik untukmu, dia cukup baik untukku. Jika dia mencetak
beberapa angka lagi maka aku juga akan menjadi Muslim”.
Karena
pentingnya masalah akhlak ini, Rosulullah SAW menjadikannya standar
kesempurnaan iman seseorang. Beliau bersabda :
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ
إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ خُلُقًا (رواه الترميذى)
Orang
mukmin yang paling sempurna keimanannya adalah ia yang memiliki akhlak terbaik.
Yang terbaik di antara kalian adalah yang terbaik akhlaknya kepada
pasangannya.” (HR. Tirmidzi)
Dari pembahasan diatas, dapat diketahui bahwa akhlak
merupakan media dakwah yang dilakukan dengan melakukan perbuatan yang baik agar
dan sesuai dengan syariat Islam agar dapat dicontoh oleh orang yang melihatnya.
Media dakwah dengan
akhlak memang ampuh, namun harus dilakukan dengan penuh kesabaran. Karena
akhlak merupakan media dakwah yang bersifat halus dan tidak memaksa. Apabila
akhlak diterapkan diaspek manapun akan menjadi nilai dakwah tersendiri.
Reference:
Al-Quran dan
Terjemahnya.
2013. Bandung: Cordoba
Fakhruroji, moch.
2017. Dakwah di Era Media Baru. Bandung: Simbiosa Rekatama Media
Aziz, Moh. Ali. 2004.
Ilmu Dakwah. Jakarta: Prenada Media
Al-Mishri,
Mahmud.2007. Manajemen Akhlak Salaf. Solo: Pustaka Arafah
THOHIR, Mahmud. Kajian Islam Tentang
Akhlak dan Karakteristiknya. MIMBAR, Jurnal Sosial dan Pembangunan,
[S.l.], p. 1-14, mar. 2007
Nurhayati. Akhlak dan Hubungannya
dengan Aqidah Dalam Islam. Jurnal Mudarrisuna, [s.l.], p. 289-309, des.
2014
http://aceh.tribunnews.com/2018/03/01/jika-mohammed-salah-cetak-gol-lagi-fans-liverpool-nyatakan-siap-jadi-muslim
Komentar
Posting Komentar