Cerpen Dakwah Berjudul "Doa Marbot masjid"
Karya : Reja Anwar Fauzi
Pagi hari dikala fajar bangun, disaat orang lain masih berada dalam mimpi, Kang Dodi sudah giat melaksanakan rutinitasnya di suatu Masjid yang berada di komplek Pinus Regency yang bernama Masjid Baeturrahmah. Menyapu, mengepel, menyiapkan sajadah, membersihkan wc/tempat wudlu, dan menyapu halaman masjid itulah rutinitasnya.
“Alhamdulillah masih diberi kesempatan untuk selalu beribadah kepada Allah, yah walaupun dengan bersih- bersih juga” katanya sambil ngepel lantai masjid.
“Ya Allah berilah hambamu ini kesehatan agar bisa terus melakukan kegiatanku yang bernilai ibadah ini”. Pintanya pada Allah..
Kang Dodi hidup dalam kesendirian, bukan karena tidak mau mempunyai pasangan tetapi belum diberikan kesempatan oleh Allah. Padahal umurnya sendiri sudah mencukupi untuk mempunyai seorang anak.
Setiap sebelum melakukan rutinitasnya, Kang Dodi selalu menyempatkan diri untuk melaksanakan shalat tahajud dan berdoa kepada Allah atas semua keinginannya. bukan hanya kesehatan dan rizki berkah yang dia pinta, melainkan pula meminta dipertemukannya dengan seorang isteri yang shalehah.
Minggu malam, DKM Baeturrahmah memang selalu mengadakan pengajian rutin untuk jamaah masjid. Yang datang pun bukan hanya dari kalangan orangtua saja, melainkan semua kalangan termasuk para pemuda dan pemudi komplek.
Seperti biasa setelah selesai acara, Kang Dodi selalu membereskan dan membersihkan masjid agar selalu terjaga kebersihan dan kenyamanannya. Tetapi ketika ia menyapu halaman masjid, ia menemukan sepasang sendal.
“Walah, sendal siapa ini yaa.. kayanya mah sendal cewe.” Kata dia didalam hati.
Lalu dia bertanya kepada temannya, Hasan. Kebetulan Hasan lagi bantuin Kang Dodi selepas acara.
“Kang, ini teh kaya sendal cewe nya??” tanya Kang Dodi.
“Wah, iya kang kayanya mah”.. jawab Hasan..
“Kemanain atu yah, takutnya cewe itu nyariin, ntar balik lagi”. Saut Kang Dodi kebingungan.
“Yaudah simpen aja dulu sama Kang Dodi, entar kalo ada nyariin, baru kasihin”. Solusi Hasan.
Setelah semua beres, Kang Dodi pun menyimpan sendal tersebut didepan kamarnya, yang kebetulan berada dibelakang masjid. Setelah lelah melakukan kegiatan kebersihan, dia pun tertidur lelap. Dalam tidurnya, dia bermimpi bertemu sosok wanita yang cantik, anggun dan shalehah. Kang Dodi pun sangat mengaguminya.
“Subahanallah, mungkinkah ini jodohku.” Harapan Kang dodi dalam tidurnya..
“Mungkinkah ini jawaban dari setiap doaku?”..
Ketika dia sumringah dalam mimpinya, tiba-tiba alarmnya berbunyi dan membangunkan Kang Dodi dari mimipi, Biasa lah alarm pejuang subuh. Kang Dodi pun terbangun.
“Yaaahh, kirain beneran, eh mimpi.. astaghfirullah”. Kata Kang Dodi,..
Dia pun langsung bangun, wudlu, dan melaksanakan rutinitasnya seperti biasa. Ketika semua sudah tertata rapi, sesaat setelah adzan berkumandang, datanglah seorang wanita yang cantik jelita dan shalehah.
“Assalamualaikum,, Kang, kemaren malem liat sendal saya ga yah? Malem dicariin tapi ga ketemu”. Tanya wanita tersebut.
“Waalaikumussalam,, Oh yang ini bukan neng? Kaya iya yah, soalnya cocok sama orangnya..hehe” gombal kang Dodi.
“Walah iya kang, aduh makasih yah..” ucap wanita tersebut.
Kang dodi pun sumringah karena mimpi nya bertemu wanita cantik tadi ternyata kenyataan. Tapi dia betanya-tanya dalam hati.
“Dia masih sendiri atau sudah dimiliki yah?!” pikirnya..
Beberapa hari dia kepikiran wanita tersebut. Hingga suatu hari tiba-tiba dia bertemu lagi dan bertanya-tanya. Setelah lumayan akrab, Kang Dodi dengan keberanian dadakannya bertanya tentang status wanita tersebut.
“Neng, masih sendiri apa sudah ada yang punya?” tanya kang Dodi dengan berani.
“Waduh si akang ini, afwan kang, saya sudah mempunyai suami..hehe” jawab wanita tadi.
Kang Dodi pun termenung seakan kecewa dengan keadaan. Dan tak lama kemudian keluar suami wanita tadi dari dalam masjid.
“Ayo yang..” ajak suaminya. “Mari kang..” sapa suami wanita tersbut kepada Kang Dodi.
“Iya silahkan mas.. hati-hati” jawab Kang Dodi tersenyum ramah menyembunyikan kesedihannya.
Kang Dodi pun pasrah, menyerahkan semuanya kepada Allah Swt. Tak lupa didalam setiap do’anya dia tetap selalu menyelipkan untuk meminta dipertemukan dengan jodohnya. Tapi kekecewaannya tersebut tidak menjadikannya malas. Melainkan dia tambah giat dengan mencoba membuka lapak dengan menjual buku-buku bacaan religi.
Hingga suatu hari dia bertemu kembali dengan wanita yang dulu didepan masjid. Tetapi wanita tersebut bersama temannya yang juga cantik dan shalehah.
“Assalamualaikum neng, abis ngaji yah.... itu sama siapa?” tanya Kang Dodi.
“Wa’alaikumussalam kang, iyaa alhamdulillah.. oh kenalin ini temen saya kang, mau nanya masih sendiri ga kang? Hehe,, ini nih kebetulan temen saya juga sendiri loh kang.” Canda nya..
Setelah tau masih sendiri, Kang Dodi pun hatinya mulai berdebar-debar. Dan mereka langsung berkenalan. Seperti yang sebelumnya, Kang Dodi melakukan perbincangan dan bertanya mengenai kebenaran kesendiriannya. Kemudian mereka melanjutkan maasa taarufnya lewat komunikasi chat. Maklum sudah zaman now.
Mereka saling bertanya satu sama lain. Mengenai latar belakang, kehidupan dan yang lainnya. Atas ijin Allah terjadilah kecocokan diantara keduanya. Karena itu setelah adanya persiapan yang matang, Kang Dodi dengan segera meminang temen wanita tadi yang bernama Salwa. Dia pun datang bersama bapaknya kerumah salwa untuk melakukan khitbah. Kebetulan Salwa dengan keluarganya sudah menyambut kang Dodi di rumahnya.
“Assalamu’alaikum, pak, saya Dodi dan ini bapak saya”. Sapa Kang Dodi ke bapaknya Salwa.
“Waalaikumussalam warohmatulloh. Oh iya ayo masuk masuk..” tanggap bapak Salwa.
Mereka pun membicarakan kelanjutan hubungan antara Kang Dodi dengan Salwa. Hingga saatnya tiba, akhirnya mereka melaksanakan akad pernikahan.
“Ya Allah, Alhamdulillahirabbil’alamiin” Ucapan syukurnya kepada Allah atas jawaban dari setiap doanya.
Setelah berumah tangga, Kang Dodi tetap menjalankan rutinitasnya dimesjid. Dengan berkah dimesjid Kang Dodi sudah mampu buka toko buku yang berada persis di samping masjid. Mereka hidup bahagia tanpa mengurangi ketaatannya kepada Allah.
Namun perjalanan rumah tangga Kang Dodi tidak semulus itu, karena pasti Allah akan selalu memberikan segala ujian kepada orang-orang yang taat. Setelah satu tahun berumah tangga, Kang Dodi masih belum dititipkan seorang buah hati. Dia bersama istrinya terus berusaha dan berdoa memohon bermunajat kepada Allah agar segera dikasih momongan. Karena ia percaya bahwa Allah selalu mendengar doa setiap hambanya.
”Ya Allah hanya padaMu kami memohon, berilah hambamu ini putra yang shaleh dan shalehah yang kelak akan menjadi penerus agama bangsa dan negara ini.” Pinta Kang Dodi dengan begitu sangat memohon.
Tetapi hingga dua tahun, masih belum dikasih momongan sama Allah. Kang Dodi terus berdoa dan bertawakal kepada Allah. Dan tidak pernah sama sekali mengurangi ketaatannya. Malah dia lebih bersemangat dan lebih giat. Toko yang ia bangun pun menjadi toko ternama, karena banyaknya jamaah yang setelah sholat atau pengajian mengunjungi toko Kang Dodi. Walaupun begitu, dia tidak malu menjadi seorang marbot, karena dia menganggap pekerjaanya itu sebagai bentuk ibadah kepada Allah.
Pada saat dia menyapu masjid, tiba-tiba terdengar dari dalam toko suara Salwa istrinya muntah-muntah. Kang Dodi pun dengan segera menghampiri Salwa.
“Innalillahi, kenapa neng? “ tanya kang Dodi.
“Ga tau kang, tapi ini sarebel”. Jawab neng Salwa.
Dengan segera dia memanggil tetangga yang dekat dengan masjid. Yang kebetulan tau dengan masalah yang ada pada Salwa.
“Wah alhamdulillah kang, neng Salwa ngisi”. Kata tetangga tersebut.
“Beneran bu? Allhamdulillah Ya Allah,, kang, neng Hamill..” jawab Salwa seraya bersyukur dan gembira.
Dengan begitu senangnya Kang Dodi tersenyum sambil meneteskan air mata kebahagian. Dia pun dengan mempunyai semangat yang ganda menjadi seorang suami yang benar-benar dicintai oleh istrinya. Dan selalu memanjakan istrinya. Tetapi tidak membuatnya lupa dengan kegiatan rutinitasnya dimesjid.
Dia pun semakin giat beribadah kepada Allah, dan tak henti-hentinya bersyukur atas semua nikmat, rezeki dan karunia yang Allah berikan. Setelah sembilan bulan dalalam kandungan lahirlah putranya dari isterinya Salwa. Alhamdulillah.. putranya tumbuh menjadi anak yang sholeh.
Pertemuannya dengan Salwa di masjid Baeturrahmah mungkin menjadikan kehidupannya berkah. Segala ujian dan kebahagiaan dilewati dengan penuh sabar dan tawakal. Meskipun kegiatan sehari-harinya dimasjid tidak membuat kehidupannya sengsara. Bahkan memotivasinya untuk terus menjadi lebih baik lagi.
Ternyata Allah tidak akan mengabulkan langsung setiap doa dari hamba-hambanya. Allah memang selalu mendengar doa hambanya, namun Allah punya jalan lain yang lebih baik untuk mengabulkan doa hambanya. Oleh karena itu percayalah, Allah akan mengabulkan doa hambanya bukan di tempat dan waktu yang kita inginkan, melainkan di tempat dan waktu yang tepat dengan cara yang indah.
Karena memang, Allah Swt. telah berfirman dalam Al-Quran “Barangsiapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” QS. Ath-Thalaq ayat 2-3.
Pagi hari dikala fajar bangun, disaat orang lain masih berada dalam mimpi, Kang Dodi sudah giat melaksanakan rutinitasnya di suatu Masjid yang berada di komplek Pinus Regency yang bernama Masjid Baeturrahmah. Menyapu, mengepel, menyiapkan sajadah, membersihkan wc/tempat wudlu, dan menyapu halaman masjid itulah rutinitasnya.
“Alhamdulillah masih diberi kesempatan untuk selalu beribadah kepada Allah, yah walaupun dengan bersih- bersih juga” katanya sambil ngepel lantai masjid.
“Ya Allah berilah hambamu ini kesehatan agar bisa terus melakukan kegiatanku yang bernilai ibadah ini”. Pintanya pada Allah..
Kang Dodi hidup dalam kesendirian, bukan karena tidak mau mempunyai pasangan tetapi belum diberikan kesempatan oleh Allah. Padahal umurnya sendiri sudah mencukupi untuk mempunyai seorang anak.
Setiap sebelum melakukan rutinitasnya, Kang Dodi selalu menyempatkan diri untuk melaksanakan shalat tahajud dan berdoa kepada Allah atas semua keinginannya. bukan hanya kesehatan dan rizki berkah yang dia pinta, melainkan pula meminta dipertemukannya dengan seorang isteri yang shalehah.
Minggu malam, DKM Baeturrahmah memang selalu mengadakan pengajian rutin untuk jamaah masjid. Yang datang pun bukan hanya dari kalangan orangtua saja, melainkan semua kalangan termasuk para pemuda dan pemudi komplek.
Seperti biasa setelah selesai acara, Kang Dodi selalu membereskan dan membersihkan masjid agar selalu terjaga kebersihan dan kenyamanannya. Tetapi ketika ia menyapu halaman masjid, ia menemukan sepasang sendal.
“Walah, sendal siapa ini yaa.. kayanya mah sendal cewe.” Kata dia didalam hati.
Lalu dia bertanya kepada temannya, Hasan. Kebetulan Hasan lagi bantuin Kang Dodi selepas acara.
“Kang, ini teh kaya sendal cewe nya??” tanya Kang Dodi.
“Wah, iya kang kayanya mah”.. jawab Hasan..
“Kemanain atu yah, takutnya cewe itu nyariin, ntar balik lagi”. Saut Kang Dodi kebingungan.
“Yaudah simpen aja dulu sama Kang Dodi, entar kalo ada nyariin, baru kasihin”. Solusi Hasan.
Setelah semua beres, Kang Dodi pun menyimpan sendal tersebut didepan kamarnya, yang kebetulan berada dibelakang masjid. Setelah lelah melakukan kegiatan kebersihan, dia pun tertidur lelap. Dalam tidurnya, dia bermimpi bertemu sosok wanita yang cantik, anggun dan shalehah. Kang Dodi pun sangat mengaguminya.
“Subahanallah, mungkinkah ini jodohku.” Harapan Kang dodi dalam tidurnya..
“Mungkinkah ini jawaban dari setiap doaku?”..
Ketika dia sumringah dalam mimpinya, tiba-tiba alarmnya berbunyi dan membangunkan Kang Dodi dari mimipi, Biasa lah alarm pejuang subuh. Kang Dodi pun terbangun.
“Yaaahh, kirain beneran, eh mimpi.. astaghfirullah”. Kata Kang Dodi,..
Dia pun langsung bangun, wudlu, dan melaksanakan rutinitasnya seperti biasa. Ketika semua sudah tertata rapi, sesaat setelah adzan berkumandang, datanglah seorang wanita yang cantik jelita dan shalehah.
“Assalamualaikum,, Kang, kemaren malem liat sendal saya ga yah? Malem dicariin tapi ga ketemu”. Tanya wanita tersebut.
“Waalaikumussalam,, Oh yang ini bukan neng? Kaya iya yah, soalnya cocok sama orangnya..hehe” gombal kang Dodi.
“Walah iya kang, aduh makasih yah..” ucap wanita tersebut.
Kang dodi pun sumringah karena mimpi nya bertemu wanita cantik tadi ternyata kenyataan. Tapi dia betanya-tanya dalam hati.
“Dia masih sendiri atau sudah dimiliki yah?!” pikirnya..
Beberapa hari dia kepikiran wanita tersebut. Hingga suatu hari tiba-tiba dia bertemu lagi dan bertanya-tanya. Setelah lumayan akrab, Kang Dodi dengan keberanian dadakannya bertanya tentang status wanita tersebut.
“Neng, masih sendiri apa sudah ada yang punya?” tanya kang Dodi dengan berani.
“Waduh si akang ini, afwan kang, saya sudah mempunyai suami..hehe” jawab wanita tadi.
Kang Dodi pun termenung seakan kecewa dengan keadaan. Dan tak lama kemudian keluar suami wanita tadi dari dalam masjid.
“Ayo yang..” ajak suaminya. “Mari kang..” sapa suami wanita tersbut kepada Kang Dodi.
“Iya silahkan mas.. hati-hati” jawab Kang Dodi tersenyum ramah menyembunyikan kesedihannya.
Kang Dodi pun pasrah, menyerahkan semuanya kepada Allah Swt. Tak lupa didalam setiap do’anya dia tetap selalu menyelipkan untuk meminta dipertemukan dengan jodohnya. Tapi kekecewaannya tersebut tidak menjadikannya malas. Melainkan dia tambah giat dengan mencoba membuka lapak dengan menjual buku-buku bacaan religi.
Hingga suatu hari dia bertemu kembali dengan wanita yang dulu didepan masjid. Tetapi wanita tersebut bersama temannya yang juga cantik dan shalehah.
“Assalamualaikum neng, abis ngaji yah.... itu sama siapa?” tanya Kang Dodi.
“Wa’alaikumussalam kang, iyaa alhamdulillah.. oh kenalin ini temen saya kang, mau nanya masih sendiri ga kang? Hehe,, ini nih kebetulan temen saya juga sendiri loh kang.” Canda nya..
Setelah tau masih sendiri, Kang Dodi pun hatinya mulai berdebar-debar. Dan mereka langsung berkenalan. Seperti yang sebelumnya, Kang Dodi melakukan perbincangan dan bertanya mengenai kebenaran kesendiriannya. Kemudian mereka melanjutkan maasa taarufnya lewat komunikasi chat. Maklum sudah zaman now.
Mereka saling bertanya satu sama lain. Mengenai latar belakang, kehidupan dan yang lainnya. Atas ijin Allah terjadilah kecocokan diantara keduanya. Karena itu setelah adanya persiapan yang matang, Kang Dodi dengan segera meminang temen wanita tadi yang bernama Salwa. Dia pun datang bersama bapaknya kerumah salwa untuk melakukan khitbah. Kebetulan Salwa dengan keluarganya sudah menyambut kang Dodi di rumahnya.
“Assalamu’alaikum, pak, saya Dodi dan ini bapak saya”. Sapa Kang Dodi ke bapaknya Salwa.
“Waalaikumussalam warohmatulloh. Oh iya ayo masuk masuk..” tanggap bapak Salwa.
Mereka pun membicarakan kelanjutan hubungan antara Kang Dodi dengan Salwa. Hingga saatnya tiba, akhirnya mereka melaksanakan akad pernikahan.
“Ya Allah, Alhamdulillahirabbil’alamiin” Ucapan syukurnya kepada Allah atas jawaban dari setiap doanya.
Setelah berumah tangga, Kang Dodi tetap menjalankan rutinitasnya dimesjid. Dengan berkah dimesjid Kang Dodi sudah mampu buka toko buku yang berada persis di samping masjid. Mereka hidup bahagia tanpa mengurangi ketaatannya kepada Allah.
Namun perjalanan rumah tangga Kang Dodi tidak semulus itu, karena pasti Allah akan selalu memberikan segala ujian kepada orang-orang yang taat. Setelah satu tahun berumah tangga, Kang Dodi masih belum dititipkan seorang buah hati. Dia bersama istrinya terus berusaha dan berdoa memohon bermunajat kepada Allah agar segera dikasih momongan. Karena ia percaya bahwa Allah selalu mendengar doa setiap hambanya.
”Ya Allah hanya padaMu kami memohon, berilah hambamu ini putra yang shaleh dan shalehah yang kelak akan menjadi penerus agama bangsa dan negara ini.” Pinta Kang Dodi dengan begitu sangat memohon.
Tetapi hingga dua tahun, masih belum dikasih momongan sama Allah. Kang Dodi terus berdoa dan bertawakal kepada Allah. Dan tidak pernah sama sekali mengurangi ketaatannya. Malah dia lebih bersemangat dan lebih giat. Toko yang ia bangun pun menjadi toko ternama, karena banyaknya jamaah yang setelah sholat atau pengajian mengunjungi toko Kang Dodi. Walaupun begitu, dia tidak malu menjadi seorang marbot, karena dia menganggap pekerjaanya itu sebagai bentuk ibadah kepada Allah.
Pada saat dia menyapu masjid, tiba-tiba terdengar dari dalam toko suara Salwa istrinya muntah-muntah. Kang Dodi pun dengan segera menghampiri Salwa.
“Innalillahi, kenapa neng? “ tanya kang Dodi.
“Ga tau kang, tapi ini sarebel”. Jawab neng Salwa.
Dengan segera dia memanggil tetangga yang dekat dengan masjid. Yang kebetulan tau dengan masalah yang ada pada Salwa.
“Wah alhamdulillah kang, neng Salwa ngisi”. Kata tetangga tersebut.
“Beneran bu? Allhamdulillah Ya Allah,, kang, neng Hamill..” jawab Salwa seraya bersyukur dan gembira.
Dengan begitu senangnya Kang Dodi tersenyum sambil meneteskan air mata kebahagian. Dia pun dengan mempunyai semangat yang ganda menjadi seorang suami yang benar-benar dicintai oleh istrinya. Dan selalu memanjakan istrinya. Tetapi tidak membuatnya lupa dengan kegiatan rutinitasnya dimesjid.
Dia pun semakin giat beribadah kepada Allah, dan tak henti-hentinya bersyukur atas semua nikmat, rezeki dan karunia yang Allah berikan. Setelah sembilan bulan dalalam kandungan lahirlah putranya dari isterinya Salwa. Alhamdulillah.. putranya tumbuh menjadi anak yang sholeh.
Pertemuannya dengan Salwa di masjid Baeturrahmah mungkin menjadikan kehidupannya berkah. Segala ujian dan kebahagiaan dilewati dengan penuh sabar dan tawakal. Meskipun kegiatan sehari-harinya dimasjid tidak membuat kehidupannya sengsara. Bahkan memotivasinya untuk terus menjadi lebih baik lagi.
Ternyata Allah tidak akan mengabulkan langsung setiap doa dari hamba-hambanya. Allah memang selalu mendengar doa hambanya, namun Allah punya jalan lain yang lebih baik untuk mengabulkan doa hambanya. Oleh karena itu percayalah, Allah akan mengabulkan doa hambanya bukan di tempat dan waktu yang kita inginkan, melainkan di tempat dan waktu yang tepat dengan cara yang indah.
Karena memang, Allah Swt. telah berfirman dalam Al-Quran “Barangsiapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” QS. Ath-Thalaq ayat 2-3.
Komentar
Posting Komentar